Senin, 07 Maret 2011

menilik hubungan guru bidang studi dengan guru bimbingan dan konseling

KETERKAITAN GURU BIDANG STUDI OLAHRAGA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
oleh : Estorina


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang

Guru merupakan pendidik  yang berada di sekolah. Peran guru sangat penting bagi peserta didik dalam memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi dirinya. Jejang pendidikan yang peserta didik dilakukan oleh siswa semenjak duduk di bangku taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Tampa bantuan guru maka siswa tidak dapat menyerap ilmu yang ada. Sumber-sumber ilmu memang dapat dengan mudah kita jumpai misalnya dari buku, maupun media elektronik, namun peran guru dalam pendidikan sangat membantu peserta didik di lingkungan sekolah.
Guru bidang studi memberikan konstribusi yang besar dalam menyampaikan ilmu pada siswa. Disamping guru bidang studi, guru bimbingan konseling juga berpengaruh besar bagi sekolah. Guru bimbingan dan konseling memberikan pelayanan pada siswa mengenai tingkah laku siswa dan masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh siswa itu tersendiri.maka guru bimbingan dan konseling juga berperan dala pembelajaran di sekolah.
Untuk itu, sebagai laporan akhir tugas matakuliah bimbingan dan konseling ini, maka Guru bidang studi olahraga adalah guru yang saya pilih dalam survey mata kuliah bimbingan dan konseling ini karena narasumber yang saya pilih ini dekat dengan lingkungan tempat tinggal saya, di samping jarak rumah dekat,hal ini juga menghemat pengeluaran saya dalam hal transportasi. Alasan lainya bahwa guru olahraga adalah merupakan guru yang dibilang cukup dekat dengan siswanya, oleh karena itu saya bisa lebih mudah dalam menggali informasi antara keterlibatannya guru yang bersangkutan berperan dalam pelayanan bimbingan konseling dan membantu tugas guru bimbingan dan konseling atau tidak.





B.   Maksud dan tujuan

Dari latar belakang di atas, maka dapat di rumuskan maksud dan tujuan dari laporan ini yaitu:
1.      Mengetahui apa yang guru bidang studi olahraga ketahui mengenai bimbingan dan konseling.
2.      Mengetahui apakah guru bidang studi olahragasaling berhubungan dengan BK.
3.      Mengetahui seberapa besar guru bidang studi olahraga mendukung pelajaran BK.
4.      Mengetahui bagaimana apabila guru bidang studiolahraga tidak saling berkaitan dengan BK.
5.      Mengetahui bagaimana bentuk hubungan guru bidang studi dengan BK.
6.      Mengetahui kegiatan apa yang sering dilakukan guru bidang studi olahraga dengan BK.
7.      Mengetahui apa keuntungan yang didapat dari BK terkait dengan bidang studi olahraga.



BAB II
IDENTIFIKASI SURVEY

A.   Latar belakang guru yang diwawancarai

Nama                                     :
Nomer induk pegawai             :
Tempat dan Tanggal Lahir      :
Jenis kelamin                          :
Agama                                   :
Alamat                                   :
Anak ke                                 :
Pekerjaan                               :
Alamat sekolah                      :
Riwayat pendidikan               :
·        SD                              :
·        SMP                           :
·        SMA                           :
·        Perguruan tinggi           :

B.   Pengalaman kerjasama dengan guru BK

Pengalaman kerjasama antara guru bidang olahraga dengan guru bimbingan dan konseling sering berlangsung di sekolah setiap kali ada pemeriksaan kelas, seperti rasia hp, sepatu yang tidak berwarna hitam. Biasanya di sekolah ibu ida tiga bulan sekali mengadakan itu, dan hal itu melibatkan guru bidang studi lainya seperti guru olahraga.
Kejadian yang membuat kami(antara guru olahraga dengan guru bimbingan konseling) sering menangani yaitu masalah siswa yang bertengkar atau berkelahi. Ibu ida biasanya sebagai mediator. Dalam kedudukannya yang strategis, yakni berhadapan langsung dengan siswa, guru dapat berperanan sebagai media antara siswa dengan guru pembimbing. Hal itu tampak misalnya pada saat seorang guru diminta untuk melakukan kegiatan identifikasi siswa yang memerlukan bimbingan dan pengalih tanganan siswa yang memerlukan bimbingan dan konseling kepada guru pembimbing.
Seorang guru dalam kinerjanya dapat berperanan sebagai informatory, terutama berkaitan dengan tugasnya membantu guru pembimbing atau konselor dalam memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa pada umumnya. Melalui peranan ini guru dapat menginformasikan berbagai hal tentang layanan bimbingan dan konseling, tujuan, fungsi dan manfaatnya bagi siswa. Ibu Ida juga biasanya menyampaikan informasi apabial ibu Ida menjumpai anak yang sedang bertengkar dan menyampaikanya pada guru bimbingan dan konseling.
Pertengkaran atau perkelahian di smp terjadi biasanya dikarenakan persaingan antar geng ataupun saling menindas antara senior dengan juniornya. Pengalaman yang ibu Ida alami saat bekerjasama di sekolah sangat membantu ibu ida dalam memahami siswanya. Hal ini juga menguntungkan guru bk karena berkat bantuan dari guru olahraga maka guru bimbingan dan konseling lebih mengetahui masalah pada siswanya.
 Pengalaman yang ibu Ida alami dengan guru bk juga terjadi pada saat upacara hari senin yang kebanyakan siswanyaa berangkat lebih siang dari guru. Maka dari itu ibu Ida selaku salah satu guru yang bertanggung jawab pada siswa merasa ada tugas yang perlu dilakukan tidak Cuma guru bimbingan dan konseling saja. Dorongan rasa tanggung jawab guru diharapkan juga mampu mengembangkan sifat anak seperti tekun, sopan, riang, sportif, dan terpuji yaitu dengan cara membantu guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam menghadapi siswa yang telat, supaya disiplin dalam sekolah.

C.   Bentuk kegiatan bersama Bk

Bentuk kegiatan bersama yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling yaitu=
·         Pemeriksaan kelas
Banyak anak smp rata-rata 99% mempunyai hp yang berkamera, hal ini dapat disinyalir terdapat video yang tidak mendidik dan bermoral yang akan merusak siswa yang bersangkutan untuk itu, guru selaku orang tua di sekolah memantau anak didik agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan bagi diri siswa tersebut.
·         Materi dan guru pelajaran
 Guru dapat berperanan sebagai fasilitator terutama ketiak dilangsungkan layanan pembelajaran baik itu yang bersifat prefentif ataupun kuratif. Dibandingkan guru pembimbing, guru lebih memahami tentang ketrampilan belajar yang perlu dikuasai siswa pada mata pelajaran yang diajarnya. Maka, pada saat siswa mengalami kesulitan belajar, guru dapat merancang program perbaikan dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan yang dialami dan menyesuaikan dengan gaya belajar siswa. Sebaliknya, bagi siswa yang pandai guru dapat memprogramkan tindak lanjut berupa kegiatan pengayaan
Apabila ada siswa yang kesulitan materi pelajaran biasanya syering kepada guru bk  memudian menyampaikanya pada guru bidang studi yang berkaiatan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.ada juga siswa yang kurang suka dengan cara mengajar salah satu guru ataupun guru tersebut jarang mengajar sehingga siswa merasa dirugikan maka guru bk dan guru bidang studi lainya akan membantu siswa menemukan jalan keluarnya ataupun melaporkan guru bidang studi tertentu kepada kepala sekolah untuk menegurnya.
·         Siswa yang membolos      
Guru dapat berperan sebagai pemberi motifasi siswa dalam memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan konseling misalnya pada saat siswa seharusya mengikuti pelajaran di kelas.tampa kerelaan guru dalam member kesempatan kepada siswa menerima layanan, layanan konseling perorangan akan sulit terlaksana mengingat terbatasnya jam khusus bimbingan pada sekolah-sekolah kita.
Masa-masa sekolah apabila tidak merasaka bagaimana rasanya membolos itu kurang berkesan. Pada awalnya apabila siswa yang melakukan membolos pada jam pelajaran di lakukan satu kali dan apabila sudah tau rasanya membolos maka siswa tersebut akan mengulanginya lagi. Hal ini lah yang sering ibu ida alami bersama guru bimbingan dan konseling dan guru lainya mereka sering mendapati siswa yang membolos pada jam pelajaran berlangsung. Biasanya sekolah di bantu guru bimbingan dan konseling dan guru bidang studi lainya mengadakan swiping pada jam pelajaran di tempat yang disinyalir terdapat siswa yang membolos.
·         Tawuran antar sekolah
Di smp yang ibu ida ajar belakangan ini terjadi perkelahian antar sekolah dikarenakan ejek-ejekan antar satu siswa dengan siswa lain, sehingga kelompok siswa yang di ejek tidak terima.terjadilah perkelahian antar sekolah.biasanya disebabkan oleh persaingan prestasi sekolah yang lebih maju dengan yang tidak.
·         Kekerasan  antar siswa di sekolah
Di smp yang ibu ida mengajar bentuk kerjasamanya yaitu pada saat melerai siswa yang saling bertengkar. Hal ini terjadi dari hal yag paling ringan yaitu perebutan buku sampai perebutan cewek/cowok, senior dan junior.

D.   Keperluan peran guru terhadap BK

Keperluan peran guru terhadap bk yaitu berkaitan dengan bidang studi olahraga dengan bk terutama menitik beratkan pada saling memberi pengertian dengan jalan memberi arahan dan bimbingan bagi siswa yang ada hubungannya dengan materi pelajaran tersebut untuk memberikan makna yang positif bagi kesehatan fisik maupun rohani yang ada pada diri masing-masing siswa
Keperluan lainya yang berkaitan dengan bidang studi olahraga yaitu bahwa guru olahraga akan lebih mengenal siapa-siapa saja yang perlu mendapat perhatian khusus sehingga dala pelajaran olahraga tersebut tidak menggangu jalanya kegiatan belajar mengajar. Jadi antara guru olahraga dengan siswa tidak ada yang dirugikan.


BAB III
ANALISIS DAN HASIL SURVEY

A.   FAKTA GURU DI LAPANGAN

Fakta guru bidang studi olahraga di lapangan yaitu guru bidang studi olahraga(ibu Ida) berperan dalam membantu guru bimbingan dan konseling apabila membutuhkan sumbangsih tenaga, informasi maupun membantu siswa dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolahnya. Hal ini juga diperkuat dengan tanggapan dari beberapa siswanya yang menyatakan bahwa guru tersebut membantu pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolahnya.

B.   HASIL SURVEY

Hasil survey yang di dapat dari wawancara guru bidang studi olahraga dengan bimbingan dan konseling maka diperoleh hasil bahwa:
·         Guru bidang studi olahraga mengetahui mengenai bimbingan dan konseling.
·          Guru bidang studi olahraga saling berhubungan dengan BK. bidang studi olahraga biasanya guru yang bersangjutan lebih mengetahui ketrampilan belajar yang perlu dikuasai siswa dan biasanya siswa yang kurang menyukai guru dalam mengajarkan sebuah materi kurang bisa maka terkadang siswa melakukan konsultasi pada guru bimbingan dan konseling(curhat)
·         Guru  bidang studi olahraga mendukung pelajaran BK. Namun tidak bisa menyebutkan seberapa persen, Yang jelas kita di posisi yang satu tekad yaitu mendidik siswa untuk mencerdaskan anak bangsa sebagai generasi penerus di masa yang akan datang
·         Apabila guru bidang studi olahraga tidak saling berkaitan dengan BK. maka akan berakibat tidak baik karena mungkin siswa bisa melakukan hal-hal yang negatif yang bisa merugikan dirinya.seperti merokok, bertengkar atau berkelahi.
·         Bentuk hubungan guru bidang studi dengan BK. seperti bersama sama menangani kasus anak-anak yang bermasalah di sekolah seperti membawa hp, berpakaian yang kurang sopan, sepatu yang warnanya tidak hitam, merokok, terlambat, membolos, tawuran, perkelahian, pokoknya banyak kalau mengenai siswa jaman sekarang.
·          Kegiatan yang sering dilakukan guru bidang studi olahraga dengan BK. Seperti pemeriksaan kelas, membolos, perkelahian dll
·         Keuntungan yang didapat dari BK terkait dengan bidang studi olahraga.yaitu arahan kepada anak didik di sekolah.

C.   PEMBAHASAN HASIL SURVEY

Dari survey yang ada di atas maka dapat kita jabarkan bahwa:
1.      Guru bidang studi olahraga Mengetahui apa yang dimaksud bimbingan dan konseling karena dari jawaban yang dilontarkan dari ibu Ida(guru bidang studi olahraga) yang saya wawancarai bahwa guru tersebut menjelaskan tentang bimbingan dan konseling  merupakan wadah dimana peserta didik yang mengalami masalah baik di sekolah, lingkungan bermain maupun di lingkungan keluarga. Berarti bimbingan konseling tersebut membantu siswa dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana memecahkan masalah yang ada pada siswa tersebut sehingga dapat menemukan solusi yang dapat diambil dari masalah itu.
2.      Guru yang bersangkutan(guru bidang studi olahraga)saling berkaitan atau berhubungan dengan bimbingan dan konseling di sekolah karena dalm wawancara yang diajukan bahwaa guru bidang studi olahraga sangat berkaitan dengan bimbingan konseling di sekolah karena bidang studi olahraga biasanya guru yang bersangkutan lebih mengetahui ketrampilan belajar yang perlu dikuasai siswa dan biasanya siswa yang kurang menyukai guru dalam mengajarkan sebuah materi kurang bisa maka terkadang siswa melakukan konsultasi pada guru bimbingan dan konseling(curhat) dan kaitan lainya dengan guru bidang studi olahrag yaitu sering membantu tugas BK dalam menghadapi siswa di sekolah mengenai informasi siswa yang tidak taat pada peraturan sekolah maupun hal-hal lainya yang menyangkut peserta didik.
3.      Guru bidang studi olahraga juga mendukung pelajaran/tugas bimbingan konseling di sekolah terbukti dengan bekerjasamanya guru olahraga dengan bimbingan dan konseling. Kerjasamayang dilakukan oleh guru bidang studi olahraga bertujuan mendidik siswa dalm mencerdaskan anak bangsa sebagai penerus di masa yang akan datang, sehingga para generasi muda ini dapat menjawab tantangan dunia
4.      Apabila guru bidang studi olahraga tidak saling berkaitan dengan BK. maka akan berakibat tidak baik karena mungkin siswa bisa melakukan hal-hal yang negatif yang bisa merugikan dirinya.seperti merokok, merokok memang identik dengan anak laki-laki namun merokok pada tempatnya merupakan hal yang paling tepat namun kebanyakan siswa di sekolah melakukan itu padahal aturan di sekolah melarang siswanya untuk merokok di lingkungan sekolah entah itu saat pelajaran berlangsung ataupun saat istirahat.bertengkar atau berkelahi yang dilakukan siswa di sekolah merupakan hal yang wajar namun apabila sudah mengancam jiwa orang lain atau melukainya maka akan berakibat buruk bagi keduanya, dll.
5.      Bentuk hubungan guru bidang studi dengan BK. seperti bersama sama menangani kasus anak-anak yang bermasalah di sekolah seperti membawa hp,kebanyakan siswa sekarang membawa hp yang merupakan salah satu barang teknologi dalam kehidupan sehari hari. Globalisasi yang terjadi saat ini cenderung sangat diikuti oleh masyarakat indonesia dengan adanya budaya baru yang semakin pesat maka harus ada filter yang memisahkanya sayangnya adanya teknologi yang canggih ini dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh generasi muda dalam mengetahui hal-hal yang belum diketahui baik itu dari segi positif maupun negatif sehingga dalam menggunakan hp perlu ada pengawasan dari keluarga maupun sekolah. Berpakaian yang kurang sopan,tren mode masa kini cenderung meniru para selebritis maupun dunia barat, banyak anak-anak sekarang lebih suka menggunakan pakean yang lebih ketat-ketat dan pendek hal ini kurang baik di lingkungan sekolah. sepatu yang warnanya tidak hitam, merokok, terlambat, membolos, tawuran, perkelahian, dan banyak lagi apabila mengenai siswa jaman sekarang yang lebih meniru gaya orang barat.
6.      Kegiatan yang sering dilakukan guru bidang studi olahraga dengan BK. Seperti pemeriksaan kelas, Seperti Banyak anak smp rata-rata  mempunyai hp yang berkamera, hal ini dapat disinyalir terdapat video yang tidak mendidik dan bermoral yang akan merusak siswa yang bersangkutan  tidak memakai sepatu yang hitam, tidak berseragam yang pantas. Membolos pada saat jam pelajaran yang sesungguhnya kerang menguntungkan siswa itu sendiri karena otomatis siswa tersebut tidak mengerti dan memahami materi yang sedang diajarkan, perkelahian  yang dilakukan siswa di sekolah seperti perkelahian karena disebabkan saling mengejek dll
7.      Keuntungan yang didapat dari BK terkait dengan bidang studi olahraga.yaitu arahan kepada anak didik di sekolah. berkaitan dengan bidang studi olahraga dengan bk terutam menitik beratkan pada saling memberi pengertian dengan jalan memberi arahan dan bimbingan bagi siswa yang ada hubungannya dengan materi pelajaran tersebut untuk memberikan makna yang positif bagi kesehatan fisik maupun rohani yang ada pada diri masing-masing siswa.

 
BAB IV
PENUTUP
A.   KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa guru bidang studi olahraga berhubungan dengan bk. Hal ini dapat kita lihat pada keaktifan guru bidang studi olahraga dalam membantu guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam hal penangganan siswa yang bermasalah seperti merokok, membawa hp ke sekolah, membolos, berkelahi, tidak mentaati tata tertib sekolah dll
Guru bidang studi olahraga tersebut juga melakukan perannya sebagai guru yaitu sebagai informator, mediator dan fasilitator dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah

B.   SARAN

Saran yang perlu diambil sebagai koreksi yaitu semua guru mata pelajaran dan guru di sekolah merupakan orang tua kita untuk itu mereka bertanggung jawab terhadap siswa yang ada di sekolah, bukan saja guru bimbingan konseling saja yang harus menangani siswa yang bermasalah tetapi guru lainya juga agar mencerdaskan generasi penerus bangsa














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar